Powered by Jasper Roberts - Blog
  • LinkedIn

Senin, 22 Juni 2015

CERITA SERU KOPDAR TEMUKANGEN IBU ANI ala HAJI ILAN

07.27 // by KIBcentre //

Alhamdullillahirabbil'alamiin

Ucap syukur pada Allah Subhanahu wata'ala atas nikmat yang telah diberikan. Kali ini nikmat tersebut begitu luar biasa, begitu spesial, dan begitu begitu yang lainnya dahh... saking ku bangga, bahagia, dan Ruarr biaasaaa. Sabtu, 21 Maret 2015 HI bisa bertemu dan bertatap muka langsung serta guyub rukun dalam perbincangan bersama Keluarga Bapak Susilo Bambang Yodhoyono (minus keluarga Agus Yodhoyono) dalam rangka Kopi Darat (kopdar) Temu Kangen Ibu Ani Yudhoyono. Acara itu dilangsungkan di Area Wisata Dusun Bambu, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Kopdar Temu Kangen ini dalam rangka apresiasi Ibu Ani kepada followers setianya di jejaring media sosial khusus fotografi, Instagram yang telah menembus angka 1,4 juta followers.
Tentunya melalui persyaratan terlebih dahulu untuk ikut kopdar ini. Beberapa minggu sebelum kopdar, Ibu Ani memosting klue dan persyaratannya. Nah HI coba-coba ikutan unggah foto beliau di Instagram sesuai dengan apa yang disyaratkan. Seminggu sebelum acara, tepatnya hari Jumat, 13 Maret 2015 sekitar sebelum adzan Maghrib berkumandang, di ujung telepon ada yang menanyakan "Betul ini dengan Mas Ilan Ridwan Mubarok? Selamat Mas, Anda terpilih sebagai peserta Kopdar Temu Kangen". Menerima kabar tersebut, HI sempat kehilangan kata-kata untuk mengungkapkan perasaan terpilih sebagai salah satu peserta kopdar. hehehe.. Kenapa? ya bayangkan aja sendiri, mau bertemu, berbincang akrab, dengan jarak yang dekat, terlalu dekat malah dengan mantan orang nomor satu di Indonesia selama satu dekade terakhir, Sok! juga 15 peserta yang terpilih ini merupakan followers setia instagram yang terpilih dari hampir 6000 pendaftar yang berasal dari seluruh Indonesia! Gimana ga Bangga coba?

Selain HI, Ke 14 peserta lain yang beruntung bertatap muka langsung dengan Ibu Ani dalam acara tersebut terdiri sembilan orang followers perempuan dan lima orang followers pria. Mereka adalah Indi Wulandari (mahasiswi asal Bandung), Shafira Mediana (mahasiswi Unpad), Siti Khadijah (alumnus IPB asal Sulawesi Barat), Ricka Agustina (mahasiswi asal Karawang), Wynes Haresha (mahasiswa Unpad asal Jambi), Aurora Gianina (aktivis lingkungan asal Surabaya), Rizka Chaerani (Guru SMP warga Bandung), Yovie Paramita (dokter gigi asal Bandung), Diera Bachir (fotografer asal Jakarta), Aris Nuryana (pegawai swasta asal Indramayu), Arizal Khoironi (Malang), Agung Budi Prasetyo (Bandung), Febrian Nindyo (mahasiswa dan musisi asal Jakarta), dan Wandi Khoerudin (Subang). Di situs Partai Demokrat, HI disebut sebagai seorang guru dan pegiat pramuka asal Ciamis. Asyikk... dibawa juga nama Pramuka nyahhhh.... hehehe....

Well, seminggu berlalu dari telepon tersebut, dengan masih komunikasi dengan panitia pelaksana perihal satu dan lain hal untuk kegiatan tersebut. Sabtu dini hari, Pkl. 03.00 WIB, HI berangkat, biasa lah pake si Givi ... hehehe... udah kebiasaan berangkat dini hari kalo mau kemana-mana. Jadinya yaa... biasa aja... Kebetulan ada temen juga yang mau berangkat ke Bandung, jadi boncengan dehh. Teman mah ke Dago, nah HI mah ka Dusun Bambu.

Tiba di Dusun Bambu, Pkl. 06.30 WIB, langsung yang HI cari adalah WC, karena belum mandi... hehehe... selesai beberesih, gabung lah sama peserta lain yang ternyata udah hadir sejak semalam, juga masih ada yang di jalan menuju lokasi. Kenalan, berbincang, dan sarapan, itulah yang dilakukan jelang acara dimulai. Tibalah saatnya, seluruh peserta diarahkan ke Kafe Burangrang dan didudukkan di sebuah meja panjang untuk memulai acara. Deg-degan sudah pasti, bingung mau ngomong apaan nanti pas bertemu juga sudah ada sejak datang di Dusun Bambu.

Akhirnya, PKL.09.00 WIB, riuh tepuk tangan lima belas peserta menyambut kedatangan Ibu Ani Yudhoyono. Selanjutnya, kelima belas peserta yang sudah menunggu kedatangan Ibu Ani sejak pagi langsung memperkenalkan diri masing-masing dengan antusias. Raut wajah sumringah terlihat jelas di wajah para peserta dan Ibu Ani. HI sendiri, yang duduk terhalang satu bangku dengan beliau, dengan penuh semangat memperkenalkan diri. Tak lupa diceritakan, ini bukan pertama kalinya bertemu dengan beliau. Karena, 2006 pada saat Jambore Nasional Pramuka di Sumedang, Raimuna Nasional Pramuka 2008 di Cibubur, Jakarta, dan PW Nasional di Aceh tahun 2010 sudah melihat secara langsung beliau. Namun dengan jarak yang begitu jauh.
Usai berkenalan dengan para peserta, Ibu Ani kemudian mengajak para peserta ke lokasi “photo hunting” yang ada di kawasan Pasar Khatulistiwa. Wilayah yang digunakan untuk berburu foto ini berupa area yang ditanami berbagai jenis tanaman bunga dilengkapi dengan aliran sungai kecil. Alam hijau dari gugusan pepohonan kayu putih dan hutan pinus di kaki gunung Burangrang menjadi latar belakang yang sempurna. Para peserta menyebar di sepanjang area photo hunting untuk membidik obyek-obyek istimewa berdasarkan sudut pandang masing-masing. Namun, tetep aje ga jauh-jauh dari Ibu Ani, "ngingintil' teruuusss :-D

Di tengah keseruan mencari obyek foto yang indah dan unik, tiba-tiba para peserta langsung berlarian ke halaman Pasar Khatulistiwa sembari berteriak, “Pak SBY, Pak SBY.” Ibu Ani yang berada di belakang langsung tertawa kecil melihat kehebohan para peserta yang menyambut gembira kedatangan Presiden ke-6 RI tersebut. Para peserta langsung berkerumun di sekitar tempat Susilo Bambang Yudhoyono berdiri sembari menggendong cucu tercinta Airlangga. “Airlangga lucu banget,” (pake nada lebay, hehehe) celetuk beberapa peserta. Hayoo... siapa yang nyeletukk. Ibu Ani kemudian menyusul dan berdiri di samping Pak SBY.
Awalan, memang HI pikir ini acara hanya akan di hadiri oleh Ibu Ani saja. Tapi da asa moal mungkin. Jadi yaaa.. seluruh peserta tidak dapat menutupi keterkejutan yang ada di wajah mereka. Usai menyapa dan bersalaman dengan para peserta, SBY dan Ibu Ani bersama dengan para peserta langsung menuju lokasi yang sudah disiapkan untuk melakukan foto bersama. Disusul oleh kedatangan Edhie Baskoro Yudhoyona beserta istrinya, Siti Ruby Aliya Rajasa. Tak lupa, kita berfoto welfie. Setelah itu, semua peserta dan SBY serta Ibu Ani beristirahat sejenak di tenda-tenda yang ada di halaman Pasar Khatulistiwa, sambil menikmati minuman dan camilan yang disajikan oleh Dusun Bambu sambil ngobrol santai, santai banget. Usai beristirahat, peserta kemudian memilih hasil jepretan masing-masing untuk diserahkan kepada pihak panitia, dan selanjutnya dinilai langsung oleh SBY dan Ibu Ani.


Setelahnya istirahat Sholat Dhuhur, HI dan peserta yang lain berkesempatan makan siang di meja yang sama dengan SBY dan Ibu Ani beserta keluarga. Usai santap siang, rangkaian acara dilanjutkan dengan sharing session. Pada kesempatan ini, selain berbagi cerita tentang dunia fotografi, kelima belas peserta diberi kebebasan untuk menanyakan hal-hal yang ingin mereka ketahui tentang SBY dan Ibu Ani. Terkait dengan fotografi, Ibu Ani mencoba membagi prinsip dasarnya dalam berkarya. “Saya hanya menggunakan naluri saya. Pertama dulu, saya pakai kamera yang masih pakai rol film, diajarin memotret oleh ayahanda saya. Sementara obyek foto adalah segala sesuatu yang menarik hati saya,” tutur Ibu Ani kepada para followers instagram peserta kopdar. Jadi, menurut Ibu Ani, obyek yang menarik adalah selalu bersifat subyektif, menarik bagi seseorang belum tentu menarik bagi orang lain.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, HI pun mengajukan pertanyaan kepada pak SBY. Tentunya, tidak jauh dari identitas HI, Pramuka. hehehe... Revitalisasi Gerakan Pramuka yang dicanangkan pak SBY, itu usulan dari siapa? Pak SBY menjawab, bahwa untuk menjadi manusia paripurna, memerlukan banyak faktor, salah satunya adalah etika. Nah, Pramuka mengajarkan bagaimana menjadi manusia beretika seutuhnya. Maka dari itu, bersama Alm. H. Azrul Azwar, Ketua Kwarnas saat itu dan Menpora Adhiyaksa Dault (Ketua Kwarnas sekarang) merumuskan Revitalisasi Gerakan Pramuka. Puas, Puas pisuandh atas jawaban beliau yang begitu lugas dan runtut.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Ani juga menunjukkan cetakan foto hasil bidikannya. Diantaranya terdapat foto seorang pemain suling yang duduk di atas sebuah balai di tengah padang rumput hijau, foto daun berwarna merah, foto bunga dahlia dengan point of view lebih dekat, foto berbagai macam bunga yang tumbuh di pinggir danau “Saung Purbasari” dengan minimal foreground, foto seekor laba laba, dan sebuah foto perahu di danau dengan tanaman bunga sebagai foreground. Juga ada pesembahan lagu dari para peserta. Lagu yang di bawakan adalah lagu ciptaan Pak SBY, yang berjudul "Kawan".

Rangkaian acara Kopdar Temu Kangen Ibu Ani ini diakhiri dengan pengumuman pemenang photo hunting yang langsung diumumkan oleh Ibu Ani. Dari 15 karya foto jepretan peserta kopdar yang diperlombakan, terpilih 3 orang yang berhasil memenangkan kompetensi kreasi fotografi tersebut. Mereka adalah: Arizal Khoironi, yang mengabadikan perahu dengan latar belakang beberapa saung (rumah mungil) di pinggir danau. Foto favorit yang kedua diraih oleh Wynes Haresha, yang mengabadikan sebelah tangan yang menyempil di antara sekumpulan bunga putih dan menyentuhnya. Sedangkan foto favorit ketiga adalah karya Siti Khadijah, yang mengabadikan sosok ibu Ani Yudhoyono tengah membidik obyek foto dengan lensa kameranya. Tiga karya foto terbaik pilihan juri memperoleh hadiah khusus berupa batu akik beserta piagam penghargaan dari Ibu Ani Yudhoyono dan Bapak SBY, disertai seikat bunga. Sementara dari Ronny Lukito, pemilik Dusun Bambu, tiga orang peserta dengan foto favorit ini memperoleh voucher untuk menginap gratis selama semalam di “Dusun Bambu”. Kereennnn daaahhhh...








Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan goodie bag yang berisi kenang-kenangan dari Ibu Ani. Dan yang lebih speseial adalah... seluruh peserta masing-masing berkesempatan berfoto bersama ibu Ani dan pak SBY horeeeee.... Sebelum berfoto, HI memberikan sedikit oleh-oleh khas Ciamis berupa makanan ringan, Sale. Kenapa Sale? karena Sale tersebut entah mengapa suka di sebut Sale SBY. Usut punya usut, ternyata, semasa menjabat, pak SBY pernah mampir di salah satu sentra oleh-oleh khas Ciamis dan membeli Sale sebanyak satu kuintal.. Maaf pak, yang saya kasih hanya satu dus... hihihi...

Acara pun selesai, dan HI bersiap untuk pulang kembali ke Ciamis. Sekitar pkl. 16.30 WIB. HI dengan kang Aris gas menuju arah Cimahi pulang bersama. Namun, HI mampir dulu di bengkel untuk memebetulkan rem belakang si Givi, karena bermasalah. Dan sekitar pkl. 20.00 WIB, HI gas menuju arah Bandung. di daerah Cikutra, HI mampir dulu di gedung Kwartir Daerah Pramuka Jawa Barat. Ada acara Muspanitera (pemilihan Ketua DKD Jawa Barat) Alhamdulillah, Pkl. 00.30 WIB, HI tiba dengan selamat di Ciamis di kobong Manbaul Ulum tercintah..

Terima kasih Pak Susilo Bambang Yudhoyono.
Terima kasih Ibu Kristiani Bambang Yudhoyono.
Terima kasih karena ibu dan bapak telah memeiliki media sosial. Karena dengan media sosial inilah, HI bisa bertemu dengan ibu dan bapak.

Sekian..
Berita terkait: