Powered by Jasper Roberts - Blog
  • LinkedIn

Selasa, 23 Juni 2015

BERSAMA SBY UNTUK SEUTAS SENYUM DI KELUARGA SOEPOMO ( Hadi Susilo Ari )

05.54 // by KIBcentre //



Ketika kecil aku selalu marah jika dinasehati Ayah Ibu, nakal adalah kebiasaanku, membuat malu keluarga adalah pekerjaanku, saat itu senyum keluarga belum dapat aku hadirkan.

Ketika sekolah disuruh belajar oleh Kakak-kakakku tapi aku sering malas untuk belajar, dan hampir disetiap belajar kakak-kakakku selalu marah karena aku tidak mengerti dan tidak paham, saat itu senyum keluarga belum dapat aku berikan.

Hidup di masyarakatpun aku belum pernah memberikan apapun sebagai tanda bhakti untuk tanah kelahiranku, saat itu senyum kelurga belum jua aku haturkan.

Ketika lulus sekolah dengan harapan orang tua selalu ingin mendapatkan nilai anaknya tinggi tapi ternyata nilaiku tidak terlalu tinggi, saat itu senyum kelurga belum dapat aku persembahkan.

Ketika kuliah harapan keluarga kepadaku adalah bisa meraih IPK tinggi, lulus dengan Cumlaude tapi kenyataannya aku lulus dengan IPK pas pasan, saat itu senyum keluarga belum dapat aku wujudkan.

Ketika banyak anak setelah kuliah bisa mendapatkan titel sebagai pegawai negara, tapi kesempatan demi kesempatan yang diberikan Sang Maha kuasa belum bisa aku manfaatkan, saat itu senyum keluarga belum dapat aku hadirkan.

Ketika banyak anak sukses dalam bekerja, bisa membantu kedua orang tuanya dengan lembaran demi lembaran Rupiah tapi kenyataannya sampai sekarang aku belum bisa, saat itu senyum keluarga belum dapat aku berikan.

Ketika banyak anak dapat membantu segala masalah keluarga, tapi kenyataannya ketika ada masalah keluarga aku tidak bisa berbuat apa-apa, saat itu senyum kelurga belum jua aku haturkan.

Ketika banyak anak yang bisa membahagiakan Bapak Ibu di hari tuanya, bisa memberangkatkan haji dan umroh Ayah Ibu, bisa memberikan tempat tinggal yang nyaman untuk Ayah Ibu, memberikan jaminan kesehatan di hari tuanya kenyataannya aku belum bisa menghadirkan semuanya, saat itu senyum kelurga belum dapat aku persembahkan.

Ketika semuanya berharap kepadaku ternyata aku belum bisa...Maafkan aku Ayah, Ibu, Kakak-kakakku, keponakanku, aku belum bisa mewujudkan senyuman indah di keluarga SOEPOMO....

TAPI....

Hari ini tepat tanggal 11 Maret 2015 aku ingin memberikan sedikit usahaku kembali untuk menghadirkan senyuman kebanggaan di bibir keluargaku, tepat hari ini aku bisa bersanding dengan seorang yang gagah, tegap dan berwibawa memimpin bangsa Indonesia selama 10 Tahun sebagai PRESIDEN Ke 6 NKRI, seorang prajurit kebanggaan bangsa, putra terbaik bangsa INDONESIA, putra kebanggaan warga Pacitan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono , beserta seorang Ibu negara yang sangat aku kagumi dan aku hormati, seorang wanita yang bisa menjadi panutan bagi para keluarga sebagai istri yang setia kepada suaminya, ibu yang menyayangi anak-anaknya, nenek yang mencintai cucu-cucunya, dan tokoh masyarakat yang sangat mencintai rakyatnya, Ibu Ani Yudhoyono...semoga keberadaanku bersanding bersama kedua tokoh itu dapat menghadirkan seutas senyum bahagia, memberikan seutas senyum kebanggaan bagi keluarga SOEPOMO tercinta yang selama ini belum dapat aku berikan. SEMOGA.