• LinkedIn

Selasa, 23 Juni 2015

EBOLA MUNCUL LAGI

05.04 // by KIBcentre //


Di tengah ribut-ribut soal Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang mulai masuk ke Asia, dunia kembali digemparkan dengan kemunculan kasus Ebola baru di Afrika Barat yang sempat dinyatakan reda beberapa waktu lalu.

Senin (21/6) lalu, pemerintah Sierra Leona memastikan telah ditemukannya dua kasus Ebola baru di Freetown. Padahal sejak tanggal 29 Mei lalu, mereka mencatat tak ada lagi kasus Ebola baru, terutama di ibukota Sierra Leone tersebut.

Korban pertama adalah seorang nelayan yang tertular demam berdarah dari kekasihnya yang tinggal di distrik Port Loko. Tak berapa lama kemudian, salah seorang anggota keluarga si nelayan juga terkena virus yang sama.

Hanya dalam kurun seminggu, di distrik Port Loko dan Kambia juga dilaporkan terdapat enam kasus Ebola baru.



"Kami baru saja menutup seluruh lokasi karantina Ebola di Freetown karena sudah berminggu-minggu tidak ada kasus baru," tutur Sidi Yahya Tunis, jubir untuk National Ebola Respons Centre (NERC) kepada Reutersdan dikutip Selasa (23/6/2015).

Tunis menambahkan, kekhawatiran ini menjadi semakin besar mengingat dua kasus baru tersebut dilaporkan terjadi di daerah bernama Magazine, sebuah kawasan pemukiman kumuh dan berpenduduk padat dengan fasilitas kebersihan yang sangat tidak memadai.

Seperti kita tahu, Sierra Leone merupakan negara dengan korban virus Ebola terbesar di Afrika Barat. Nasib negara ini memang tidak sebaik Liberia yang sempat dinyatakan terbebas dari Ebola pada Mei lalu. Selama terjadinya wabah, ditemukan lebih dari 13.000 kasus Ebola di Sierra Leone, dengan jumlah korban meninggal mencapai 3.900 kasus.

Sedangkan dua negara tetangga Liberia, Sierra Leona dan Guinea masih belum dinyatakan 'bersih' dari serangan virus Ebola, kendati bantuan jutaan dollar telah digelontorkan untuk membasmi virus tersebut. Kendati demikian, jumlah korban Ebola di kedua negara memang mengalami penurunan.

Virus Ebola menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien, terutama darahnya. Begitu dinyatakan sembuh, pasien tidak akan menularkan virus mematikan itu lagi, kecuali jika masih ada virus yang tertinggal di cairan semen atau spermanya.

Meski belum ada yang memastikan bahwa Ebola dapat ditularkan melalui hubungan seksual, namun dalam laporannya, Center for Disease Control (CDC) menyarankan agar penduduk di ketiga negara menghindari hubungan seks tanpa pengaman untuk memastikan tak ada penularan.