• LinkedIn

Selasa, 23 Juni 2015

PBB Sebut Tentara Suriah Sengaja Targetkan Warga Sipil

05.08 // by KIBcentre //


 PBB menyebut militer pemerintah dan pemberontak Suriah melakukan kejahatan perang dengan menargetkan warga sipil. Militer Suriah disebut banyak menggunakan bom barel dalam serangannya di Aleppo sepanjang tahun ini.

Kebanyakan korban tewas dari serangan pemerintah Suriah maupun serangan pemberontak adalah warga sipil. Demikian disampaikan penyidik PBB dan dilansir Reuters, Selasa (23/6/2015).

Dalam laporannya, penyidik PBB menyebut baik militer pemerintah dan kelompok pemberontak termasuk ISIS telah melakukan serangan yang berdampak menghancurkan, membuat warga sipil kekurangan makanan serta obat-obatan dan memicu kekurangan gizi juga kelaparan.

"Operasi pemerintah dengan serangan tembakan dan pengeboman dari udara yang bersamaan dengan pengepungan area-area tertentu dan penangkapan maupun hilangnya warga laki-laki dari wilayah konflik," terang pemimpin komisi penyelidikan PBB, Paulo Pinheiro kepada Dewan HAM PBB.

"Penyerangan area yang dihuni warga sipil oleh kelompok bersenjata bukan pemerintah -- termasuk tapi tidak terbatas pada ISIS, Jabat al-Nusra dan Jaysh Al-Islam -- telah meneror warga baik pria, wanita dan anak-anak yang hidup di lokasi yang dikuasai pemerintah," imbuhnya.

Lebih dari 220 ribu orang tewas dalam konflik Suriah yang sudah berlangsung selama 4 tahun terakhir. Sekitar 4 juta orang mengungsi dan melarikan diri dari wilayah-wilayah Suriah ke negara lain.

Laporan PBB itu menyebut, sepanjang tahun ini, pesawat maupun helikopter pemerintah Suriah membombardir wilayah Aleppo dengan bom barel. "Hampir setiap hari," terang pengamat independen dalam laporan PBB.

Disebutkan juga bahwa pemerintah Suriah meningkatkan serangan udara di wilayah Deraa dan Idlib. 

"Penggunaan bom barel terus berlanjut dalam serangan udara terhadap seluruh wilayah, bukan hanya target tertentu saja, merupakan pelanggaran hukuman kemanusiaan internasional dan seperti tercatat sebelumnya, merujuk pada kejahatan perang yang menargetkan warga sipil," demikian bunyi laporan PBB tersebut.