• LinkedIn

Senin, 20 Agustus 2018

KOPDAR KIB 2018

21.29 // by KIBcentre // , // 1 comment

Kopdar KIB 2018: Bukan Kopi Darat Biasa!


Hawa dingin yang menyelimuti kota Batu semakin meningkatkan antusiasme para peserta kopi darat Komunitas Indonesia Bersatu atau Kopdar KIB 2018. Satu per satu anggota mulai berdatangan pada hari Jumat, 3 Agustus 2018 di Villa Ahlami yang berlokasi tidak jauh dari Alun-alun kota Batu. Kopdar KIB merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Komunitas Indonesia Bersatu untuk mempererat silaturrahmi, menyatukan pikiran dan membahas seputar pergerakan KIB. Sebagai informasi, KIB pernah menggelar 3 kopdar di tempat yang berbeda. Kopdar pertama digelar pada 13-14 Juni 2015 di Yogyakarta. Puncak acara digelar di Indischee Koffee dan Istana Gedong Agung. Pada kesempatan tersebut, Kopdar KIB 2015 mengundang komunitas sosial Gangsal Angkringan dan dihadiri oleh dua staf pribadi Presiden Ke-6 RI untuk berbagi pengalaman kegiatan kepada KIB yang pada waktu itu baru berusia 3 bulan. Kemudian, kopdar kedua digelar di Jakarta, 21-22 Januari 2017. Puncak acara kopdar terpusat di Klub Eksekutif Persada pada 22 Januari 2018, dihadiri langsung oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani Yudhoyono, Mbak Annisa Harimurti Yudhoyono, Mas Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Mbak Aliya Baskoro Yudhoyono. Tahun 2018, adalah ketiga kalinya KIB menggelar kopdar yang akhirnya telah terselenggara dengan baik di kota Batu, 3-5 Agustus 2018.


Mereka yang menghadiri Kopdar KIB 2018 berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Jakarta, Bandung, Ciamis, Subang, Yogyakarta, Purwokerto, Probolinggo, Surabaya, Jember, Bali dan sebagainya. Para peserta sekaligus anggota Komunitas Indonesia Bersatu dengan tulus datang ke Batu, menggunakan dana pribadi. Menurut pengakuan salah satu peserta kopdar yang bernama Eko Agus Setiawan yang berasal dari Jakarta, sempat ketinggalan pesawat menuju Surabaya, padahal Ia telah merencanakan melanjutkan perjalanan ke Batu menggunakan jasa transportasi kereta api Surabaya-Malang. Akibatnya, Ia merugi dari segi pengeluaran transportasi. Meski Ia akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat ke Batu, dengan konsekuensi ‘membayar ongkos 2 kali’, tak sedikitpun raut kekecewaan nampak dari wajahnya ketika datang di villa. “Saya ikhlas dan sejak awal keputusan lokasi kopdar disepakati, saya sudah berkomitmen untuk hadir”, ujarnya. Bagi peserta Kopdar KIB 2018 yang berasal dari luar Jawa Timur menganggap, materi tidak menjadikannya kendala untuk hadir di acara kopdar. Jika sudah berkomitmen untuk hadir dan yang utama adalah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, tidak ada alasan untuk tidak bisa hadir.

Peserta Kopdar KIB 2018

Hari pertama kopdar, kami habiskan sebagai momen mengenal lebih dekat antar satu peserta dengan peserta lainnya. Tidak ada jarak di antara kami, bahkan rasa canggung pun tidak ada. Suasana pada hari Jumat malam sangat hangat, seperti kopdar sebelumnya. Yang belum pernah bertemu atau tidak saling kenal, berubah sangat akrab layaknya sahabat lama. Relasi pertemanan bertambah dan kekompakkan kami semakin erat. 
Rupanya tak cukup hanya sekedar berbincang, para peserta pun berinisiatif untuk bermain games. Ditemani selimut, suhu kota Batu yang di bawah 20 derajat tidak mengurangi niat teman-teman menghabiskan jam malam untuk tetap bermain Uno. Ada yang kalah, terkena hukuman. Ada yang menang, tertawa lepas. Tidak ada istilah ‘anti sosial’ saat kami berkumpul. Tertawa terbahak-bahak semakin menambah keseruan, di tengah kesunyian villa. 


Singgah ke Alun-alun Kota Wisata Batu
Hari kedua diisi dengan perkenalan diri dan games seru. Pada perkenalan kami duduk melingkar, setiap anggota diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan pesan kesan selama bergabung di KIB. Pesan kesan setiap anggota berbeda, sangat menarik dan unik. Salah satunya dari Ahmad Rizqi Habibillah, anggota KIB dari regional Jawa Timur yang telah bergabung sejak tahun 2016. Ia mengungkapkan kesan yang mendalam selama bergabung di KIB. “Saya terhitung sudah dua tahun bergabung di KIB, dan aktif mengikuti kegiatan KIB Jawa Timur. Secara bersamaan, saya juga tergabung di komunitas lain. Namun tak berlangsung lama, saya keluar karena tidak nyaman. Tapi saya justru sangat mencintai KIB. Saya bersyukur bisa berkenalan dengan teman-teman di berbagai daerah dengan latar belakang yang luar biasa. Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan di komunitas ini.”, tutupnya.

Ada juga pendapat lain yang beralasan untuk tetap setia menjadi bagian dari KIB adalah tidak ada kegiatan berpolitik di dalam KIB. Sepanjang mengikuti kegiatan KIB, kegiatannya sangat positif. Kalau tidak bergerak di masyarakat seperti donor darah, cek kesehatan gratis dan bakti sosial, atau bergerak di lingkungan seperti clean up, tanam pohon dan tebar bibit ikan di sungai. Lebih dari satu jam perkenalan, kami kemudian mempersiapkan diri untuk mengikuti sesi rangkaian selanjutnya yaitu games. Panitia menyiapkan permainan tangkap bola di kolam renang, balonku, panjang-panjangan, dan estafet air. Anggota kelompok terbagi secara acak. Secara keseluruhan, peserta games sangat menikmati, bahkan sampai rela basah-basahan di kolam renang padahal tidak semua peserta diwajibkan masuk ke kolam. Seperti kompetisi biasanya, ada kelompok yang kalah dan sebaliknya, namun seluruh kelompok diwajibkan tampil dalam acara Malam Kenduri, yang berselang 2 jam. Wah pasti bingung mau tampil apa, keluh setiap kelompok.













Tidak butuh waktu lama, hanya butuh latihan 15 menit sebelum tampil, setiap kelompok mampu unjuk kekompakan di hadapan kelompok lain. Ada yang menampilkan drama komedi, pertunjukan musik sampai pertunjukan ala teater. Suasana Malam Kenduri pun larut dalam tawa. Dengan persiapan seadanya dan waktu yang singkat, kami berhasil menyuguhkan pentas seni yang mengesankan.






Eits... di Malam Kenduri juga ada KIB Kepo lho. KIB Kepo waktu itu mengulas pribadi yang bernama Tesha Rusdiana Ernanda dan Achmad Romadon Mubarok. Beragam pertanyaan ditujukan ke Tesha maupun Roma. Mulai dari pertanyaan mengenai asmara, hobi hingga rencana masa depan mereka berdua dikupas tuntas di hadapan peserta. Ternyata, Roma berencana menikah di usia 28 tahun lho.



Jelang acara Malam Kenduri berakhir, tak lengkap rasanya jika tidak bernyanyi lagu dangdut bersama. Beuhhh... Hacep pisan euyyy! Kabeh melu njoged. Semua berbahagia, semua menikmati Malam Kenduri dan semua seperti tidak menginginkan kopdar tidak segera berakhir. Puncak acara Malam Kenduri kami isi dengan makan bersama masakan khas masyarakat Jawa ketika menjalankan tradisi Malam Kenduri. Nasi gurih yang enak, ditemani potongan ayam dan mie menambah kesan kekhidmatan makan malam kami. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dibacakan oleh saudara Ilan Ridwan Mubarok. Puji Syukur, acara malam keakraban yang dikemas secara apik lewat konsep Malam Kenduren berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.









Hari Sabtu, 4 Agustus 2018 pukul 22.00 WIB adalah puncak acara Kopdar KIB 2018 yang mana kami berkumpul di ruang tamu, untuk berdiskusi membahas perkembangan KIB dan masa depan KIB. Perwakilan setiap regional diberikan waktu untuk menyuarakan aspirasi dan masukannya kepada Pengurus Pusat. Pada sesi tersebut, kami membahas 5 hal yang bersifat sangat penting untuk dibicarakan sebagai bentuk hasil nyata kopdar yang diselenggarakan selama 3 hari. Kelima pokok bahasan antara lain: 
1) orientasi Komunitas Indonesia Bersatu, sekedar fans club atau komunitas sosial?, 
2) pembaharuan mekanisme penerimaan calon anggota baru, 
3) sosialisasi Buku Panduan Komunitas Indonesia Bersatu, 
4) pengajuan hak otonomi regional terkait keputusan fokus program kerja, dan 
5) himbauan bahwa KIB netral dalam Pemilu 2019. Diskusi berlangsung dinamis, hingga pada akhirnya pada pukul 00.30 WIB kami menghasilkan beberapa poin strategis untuk kemajuan Komunitas Indonesia Bersatu. 

Hasil yang telah kami sepakati bersama yang pertama adalah 
(1) Dengan tegas, Komunitas Indonesia Bersatu menyatakan ketidakberpihakannya menyikapi kontestasi Pemilu 2019. Komunitas Indonesia Bersatu melarang setiap anggota mengatasnamakan KIB untuk/dalam mengikuti kegiatan politik. Kami tidak memaksa anggota dalam menentukan pilihan politik, kami menjunjung tinggi demokrasi dan kesantunan.
(2) Menegaskan bahwa Komunitas Indonesia Bersatu merupakan komunitas sosial, dan bukan komunitas yang berafiliasi dengan kelompok atau partai politik manapun.
(3) Pembaharuan sistem penerimaan calon anggota baru, yang mana proses seleksi calon anggota baru sepenuhnya berada pada kewenangan Pengurus Regional. 
(4) Setiap regional mendapat hak otonomi dari Pengurus Pusat untuk menentukan fokus kegiatan atau program kerja yang akan dijalani sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. 
Empat poin inilah harapan kami dapat dijadikan tonggak awal semangat pembaharuan Komunitas Indonesia Bersatu yang disertai komitmen kuat antar anggota untuk bersama-sama saling bekerjasama membantu KIB menjadi komunitas yang kontributif, produktif dan inovatif. Tujuan kami berdiri tak lain hanyalah mendharmabaktikan diri agar bermanfaat bagi kebaikan orang lain dan lingkungan hidup kita.

Esok harinya, kami bergegas jelang kepulangan ke daerah masing-masing. Sebelum itu, terlebih dahulu kami bersama-sama menikmati sarapan bersama yang terakhir, dengan menu Tumpeng Nasi Kuning lengkap dengan ayam, kering tempe, perkedel, telur dan mie. Kemudian dilanjutkan dengan acara penutup yang diselingi tukar kado dan awarding sembari menyaksikan kumpulan foto kegiatan Kopdar KIB 2018. Tukar kado sudah menjadi tradisi bagi kami khususnya setiap kali kopdar, yang bermakna cenderamata dari saudara sendiri. Evi Karina, mengaku mendapat sebuah kado yang ternyata adalah sebuah keris yang sangat indah. “Kadonya unik, di luar ekspetasi saya. Tapi saya sangat menyukainya. Terima kasih atas kadonya.”, tuturnya. 








Setelah proses tukar kado usai, panitia memutar lagu yang berjudul Kemesraan. Ternyata benar, ini sesi acara terakhir Kopdar KIB 2018. Kami membentuk lingkaran, kami bernyanyi bersama, kami berdansa ria, kami bersalaman, kami saling berucap terima kasih dan minta maaf. 




Pagi itu sangat indah sekali, tangis haru menyelimuti kebahagiaan kami. Tiga hari yang berkesan bersama teman-teman KIB. “Semoga persahabatan kita tetap kekal, suatu saat kita akan bertemu kembali!.”, cetus harapan salah satu anggota.



Panitia Kopdar KIB 2018

Video Kopdar KIB 2018


KIB lahir terinspirasi dari sosok Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, kami sangat bersyukur atas nikmat Tuhan, Engkau memberikan pribadi yang luar biasa untuk kami jadikan sebagai panutan. Atas izin-Mu, kami dipertemukan di dalam Komunitas Indonesia Bersatu. 
Terima kasih kami ucapkan kepada keluarga besar Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang selalu mendukung serta mendoakan KIB agar semakin maju dan semakin dikenal masyarakat luas.
Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta Kopdar KIB 2018 yang telah mensukseskan ajang silaturahmi tahunan KIB ini. 
Sampai jumpa di lain kesempatan.

KIB Centre

1 komentar: